# 5 hal administratif yang bikin guru kelelahan sebelum mengajar

Guru masuk kelas dengan tenaga yang sudah terkuras oleh urusan di luar mengajar. Ini lima di antaranya, dan bagaimana sekolah bisa meringankannya.

Tanyakan kepada guru mana pun apa yang paling melelahkan dari pekerjaannya. Jawabannya jarang soal mengajar. Yang menguras tenaga justru pekerjaan di sekitarnya: mencatat, menyalin, merekap, dan melapor. Pekerjaan itu tidak terlihat oleh orang tua, tapi menghabiskan sore dan malam guru.

Berikut lima yang paling sering kami dengar.

## 1. Mengabsen, lalu merekap absen

Mengabsen di kelas hanya butuh beberapa menit. Yang lama adalah sesudahnya. Lembar absen dikumpulkan, dihitung di akhir bulan, lalu angkanya disalin lagi ke laporan dan ke rapor. Satu lembar yang hilang berarti menghitung ulang dari awal.

Padahal kalau absen dicatat per jam pelajaran sejak awal, rekapnya bisa terbentuk sendiri.

→ Solusinya: [Rekap absen tiap akhir bulan masih dihitung manual](/rekap-absen-tanpa-lembur)

## 2. Perangkat ajar yang dikebut menjelang supervisi

CP diketik ulang, ATP disalin dari tahun lalu, modul ajar disusun dalam format yang berbeda di setiap laptop. Karena baru diperiksa saat supervisi, semuanya dikerjakan dalam beberapa malam sebelum jadwal kunjungan.

Hasilnya perangkat ajar yang lengkap di atas kertas, tetapi bukan rencana yang benar-benar dipakai di kelas.

→ Solusinya: [Perangkat ajar baru dikebut menjelang supervisi](/siap-supervisi-kapan-saja)

## 3. Menulis deskripsi rapor satu per satu

Akhir semester adalah musim lembur. Nilai dikumpulkan dari berbagai buku nilai, lalu deskripsi capaian ditulis untuk setiap siswa, setiap mapel. Tidak heran kalau deskripsinya akhirnya mirip semua.

Kalau nilai sudah terikat ke tujuan pembelajaran sejak awal, deskripsinya bisa disusun dari data itu.

→ Solusinya: [Akhir semester, guru lembur menyusun rapor](/rapor-selesai-tanpa-begadang)

## 4. Mengabari orang tua satu per satu

Siswa tidak masuk, dan wali kelas harus memastikan orang tuanya tahu. Itu berarti menelepon atau mengirim pesan satu per satu, sering di luar jam kerja. Kalau terlewat, orang tua baru tahu saat menerima rapor, dan yang disalahkan sekolah.

→ Solusinya: [Orang tua baru tahu anaknya bolos saat menerima rapor](/orang-tua-tahu-hari-itu-juga)

## 5. Jadwal yang terus berubah

Jadwal yang disusun manual sering bentrok, dan perbaikannya merembet ke mana-mana. Guru mendapat jadwal baru di tengah minggu, jam mengajarnya menumpuk di satu hari, lalu kosong di hari lain.

→ Solusinya: [Menyusun jadwal pelajaran makan waktu berminggu-minggu, dan tetap bentrok](/jadwal-tanpa-bentrok)

## Yang bisa dilakukan sekolah

Kelima beban ini punya satu akar yang sama: data yang dicatat di banyak tempat, lalu disalin berulang kali. Ketika absen, jadwal, perangkat ajar, dan rapor tercatat di satu sistem, pekerjaan menyalin itu hilang dengan sendirinya. Tenaga guru kembali ke tempat yang seharusnya, yaitu kelas.

## Hubungi

WhatsApp: https://wa.me/6282335212750?text=Assalamu'alaikum%2C%20saya%20baru%20membaca%20artikel%20soal%20guru%20yang%20kelelahan%20karena%20administrasi%2C%20dan%20ingin%20tahu%20lebih%20lanjut%20tentang%20SantriOne.
