Banyak sekolah dan pesantren dikelola dengan spreadsheet, dan itu masuk akal. Spreadsheet gratis, semua orang bisa memakainya, dan untuk sekolah yang baru berdiri ia cukup. Masalahnya muncul saat sekolah tumbuh: lebih banyak siswa, lebih banyak staf, lebih banyak unit. Biayanya tidak muncul di tagihan, tapi tetap dibayar.
1. Data yang diketik berkali-kali
Data calon siswa masuk lewat formulir, dirapikan di spreadsheet panitia, lalu diketik ulang ke data siswa, ke daftar kelas, dan ke tagihan. Setiap kali disalin, ada peluang salah ketik. Setiap kali salah, ada waktu yang terpakai untuk mencari dan membetulkannya.
2. Uang yang tidak tertagih
Ketika pembayaran dicatat di buku kas dan spreadsheet yang terpisah, tunggakan baru terlihat setelah keduanya dicocokkan. Sering kali itu terjadi berbulan-bulan kemudian, saat jumlahnya sudah terlalu besar untuk ditagih dengan nyaman.
3. Rekap yang selalu terlambat
Rekap kehadiran, rekap nilai, laporan bulanan. Semuanya bisa dibuat dari spreadsheet, tapi selalu sesudah kejadian, dan selalu oleh orang yang sebenarnya punya pekerjaan lain. Keputusan pun diambil dari angka bulan lalu.
4. Laporan penting yang dikebut
Rapor dan laporan keuangan yayasan adalah dokumen yang paling banyak dibaca orang di luar sekolah. Ironisnya, keduanya sering disusun paling terburu-buru, karena datanya baru dikumpulkan menjelang tenggat.
5. Kepercayaan orang tua
Biaya yang paling sulit dihitung adalah kepercayaan. Orang tua yang baru tahu anaknya sering Alpa di akhir semester, atau yang harus bertanya berulang kali soal status pembayaran, perlahan kehilangan keyakinan pada sekolah.
Menghitung ulang
Coba hitung berapa jam per bulan staf Anda habiskan untuk menyalin, mencocokkan, dan merekap. Itulah ongkos spreadsheet yang sebenarnya. Sistem yang mencatat semuanya sekali, di satu tempat, bukan soal teknologi. Ia soal mengembalikan waktu itu ke pekerjaan yang lebih penting.
Semua ini diurus satu sistem.
Jadwal, absensi, perangkat ajar, rapor, keuangan, PPDB, dan tahfidz. Ceritakan kondisi sekolah Anda, kami tunjukkan caranya.